Keseimbangan Pikiran Dan Perasaan

Dalam kehidupan setiap orang di perlukan keseimbangan antara pikiran dan perasaan,yaitu perpaduan antara sebuah ketrampilan yang bersipat teknis dan pribadi untuk mencapai sebuah hasil yang positif dan produktif. Dalam banyak kasus banyak hal membuktikan bahwa seberapa pandai dan seefektif apapun diri kita, acap kali hasil akhir tidaklah sesuai dengan yang di harapkan. Ketika hal seperti ini terjadi dan menimpa kita, tentu saja ini memerlukan stamina emosional yang tidak sedikit untuk tetap berpikir realistis bahwa sebaik apapun usaha dan secanggih apapun pengetahuan manusia, kita harus menerima fakta bahwa ada saat di mana banyak hal yang terjadi di luar kontrol manusia.

Dari situlah kita di tuntut untuk mengenali realitas kehidupan dan fokus pada apa saja yang bisa kita ubah, sehingga kita terjebak dengan melakukan hal yang salah dan berakibat merugikan diri kita sendiri. Selalu di perlukan kontrol emosi dan kecerdasan pikiran untuk  lebih bijaksana dalam menghadapi setiap masalah dan memberdayagunakan intuisi serta memperluas wawasan dan memfokuskan diri untuk mempertajam pikiran terutama ketika kita berada dalam tekanan dan ketidakpastian yang pasti sangat menguras energi, seperti ketika kita menunggu kepastian panggilan kerja, kenaikan jabatan dan lain sebagainya. Tentu setiap bagian dari diri kita telah atau mungkin terlalu keras agar bisa di terima, dengan baik oleh seseorang yang kita impikan maupun dalam jalinan persahabatan dan konteks hubungan sosial. Dari sinilah kita perlu mengenal potensi apa yang ada dalam diri kita dan menampilkan hal tersebut dengan citra diri yang positif. Tidak ada salahnya jika kita menjadikan diri kita sebagai sahabat baik bagi diri kita sendiri, penting adanya sebuah kesadaran bahwa kita tidak sedang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain.

Kadang mungkin kita terlalu individualistis dan enggan menerima masukan dan kritik dari orang lain, sungguh begitu cakapnya rasional dan wawasan diri kita ketika menghadapi masalah orang lain, tapi lain ceritanya ketika menghadapi masalah diri kita sendiri. Mengapa kita hancur ? salah satu alasannya adalah karena kita gagal menemukan cahaya yang menerangi kita dalam kegelapan. dan sering kali kita terlambat mengenali bahwa semua hal memerlukan kerja keras dan daya tahan yang kuat untuk tetap mempertahankan semangat. Perlu kesadaran dan keikhlasan dalam langkah yang kita ambil sehingga mampu memuaskan semua pihak.

:sup2: :sup2: :sup2: :sup2:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco